Motor, News

Aturan Pengguna Otoped Listrik, Melanggar Bisa Didenda 23 Juta

Tren kekinian denenggunakan otoped listrik di jalan-jalan protokol ibukota memang saat ini tengah banyak diperbincangkan.

Meski ngetren dan banyak generasi milennial yang keranjingan, ada saja kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang melibatkan moda skuter mini tersebut.

Misalnya kejadian 2 pengendara otoped listrik (GrabWheels) ditabrak mobil, hingga mengakibatkan tewasnya para pengendara otoped.

Baca juga

Ada Aturan Namun Belum Lengkap

Menanggapi kasus kecelakaan tersebut, CEO GrabWheels, TJ Tham angkat bicara. Ia mengklaim sudah memberi aturan khusus untuk kenyamanan dan keamanan para pengguna GrabWheels.

Salah satu aturannya adalah bahwa pengendara GrabWheels harus berusia 18 tahun atau lebih.

GrabWheels juga hanya diperuntukkan untuk satu orang pengendara. Jadi, gak bisa boncengan kawan.

Kemudian aturan lainnya adalah bobot pengendara maksimal memiliki beban 100 kg.

Hal lainnya terkait penggunaan GrabWheels adalah pengendara yang berada pada jalur JPO dan turunan curam dilarang menaikinya, hanya diperbolehkan menuntunnya.

Terakhir adalah jika tak berada pada jalur yang disediakan, pengendara otoped listrik tersebut harus menggunakan jalur paling pinggir di jalan raya.

Meski menerapkan aturan, Grabwhells belum ada mekanisme sanksi bagi para pengguna yang kedapatan melanggar.

Baca juga

Denda yang Tinggi

Lain di Indonesia, salah satu negara yang juga memiliki layanan otoped listrik untuk publik adalah Prancis.

Negara itu cukup tegas untuk memberikan sanksi bagi pengguna otoped yang melanggar aturan.

Jika nekat melanggar, dendanya bisa mulai 135 euro (Rp2,9 juta) hingga 1.500 euro (Rp23 juta).

Lantas, apa aja aturan bagi pengendara otoped di negeri ayam jantan tersebut? berikut paparannya.

  • Melarang pengendara di bawah usia 12 tahun,
  • Tidak boleh naik di trotoar, kecuali di area yang sudah ditentukan,
  • Kecepatan otoped listrik dibatasi,
  • Tiap otoped listrik hanya boleh satu pengendara,
  • Tidak boleh sambil main hape,
  • Pengguna tidak boleh melawan arus dan harus menggunakan jalur yang disediakan,
  • Tidak boleh pakai headphone/earphone (earable),
  • Mulai Juli 2020, kecepatan tertinggi otoped listrik hanya 25 km/jam,
  • Pengguna yang berkendara di jalan yang lebih cepat harus menggunakan helm dan pakaian dengan visibilitas tinggi,
  • Otoped listrik akan dilarang sepenuhnya di jalan raya. (man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan