Mobil, Motor, News

Jika Masih Nunggak Pajak, Mobil atau Motor Bisa Disita

Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta saat ini tengah memberi keringanan untuk denda keterlambatan membayar pajak.

Berbeda dengan beberapa wilayah, seperti banten dan jabar yang justru membebaskan denda pajak kendaraan (PKB).

Kebijakan ini berlaku sejak 16 September dan berakhir pada 30 Desember 2019 untuk 3 jenis pajak daerah.

Ketiganya adalah pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), serta pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkantoran (PBB-P2).

Baca juga

Masih Bandel Bakal Disita

Khusus untuk PKB, Kepala BPRD DKI Jakarta Faisal Syafruddin, mengatakan bahwa pemilik mobil atau motor yang masih menunggak pajak agar memanfaatkan program ini

“…Sayang kalau tidak dipergunakan, bisa untuk BBN-KB kedua itu kita kasih diskon 50 persen, sayang kan kalau tidak digunakan,” kata Faisal kepada awak media.

Faisal juga mengatakan bahwa tidak digunakan, dan sampai masa akhir program masih ada kendaraan, baik mobil atau motor yang masih menunggak pajak, maka pihaknya tak segan untuk menyita kendaraan tersebut.

Ia menambahkan bahwa kendaraan yang disita akan berpotensi dilelang untuk melunasi pajaknya.

Tahun depan, tambahnya, pihaknyasudah tidak bicara soal keringanan itu lagi dan langsung mengambil tindakan hukum.

Baca juga

Daftar Ketentuan Keringanan PKB

Berikut daftar keringanan PKB DKI Jakarta:

1. PKB dan BBNKB ke-2 sampai dengan tahun 2012, akan mendapatkan keringanan 50 persen. Tahun 2013 – 2016 diberikan keringanan sebesar 25 persen dan denda pajak dihapuskan

2. Penghapusan Sanksi Adminsitrasi terhadap PKB dan BBNKB ke-2 yang terhutang sampai dengan tahun 2019. (man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan