Mobil, News

Ford vs Ferrari, Cerita dari Sebuah Ambisi dan Dendam

Kawan Parjo penggila film, tentunya saat ini tengah film ”Ford vs Ferrari” yang merupakan film bergenre Biopic yang dikemas secara semi dokumenter.

Tapi jangan harap Kawan Parjo akan menyaksikan film ini seperti saat menyaksikan film ”Hitting The Apex” (2015) garapan Brad Pitt. (buat yang udah pernah nonton)

Hitting The Apex hanya menceritakan kisah perjalanan para pembalap MotoGP hingga meraih juara dunia.

Meski demikian tentunya film tersebut dibumbui dengan drama-drama mengharukan. Soal tewasnya Marco Simoncelli di lintasan GP Malaysia (2011) misalnya.

Baca juga

Nah, buat Kawan parjo yang penasaran tentang bagaimana cerita film Ford vs Ferrari, berikut petikannya.

Kilas Balik Cerita

Film yang disutradarai oleh James Mangold dengan para pemain Matt Damon and Christian Bale ini menceritakan sebuah drama soal ambisius dari Henry Ford II yang ingin unjuk taji di dunia balap motorsport 24 jam LeMans.

Film ini tentunya bakal menyentuh adrenalin penonton dengan aksi yang menampilkan duel mobil-mobil balap pada ajang balapan 24 LeMans di tahun 1996.

Duel ini yang kemudian menjadi salah satu kekuatan darai gambaran film tersebut, bagaimana ajang balapan yang kemudian menjadi penentunya.

Boleh dibilang, Henry Ford II dan Enzo Ferrari adalah 2 sosok yang memang benar-benar membius dunia industri otomotif pada saat itu.

Akar Masalah Ford

Akar cerita yang kuat dari cerita film ini adalah ketika Henry Ford II ingin perusahaannya ikut balapan.

Masalahnya, Ford Motor Company saat itu tak punya portofolio untuk mobil balap.

Kemudian agar bisa ikut ajang balap, Henry Ford mencoba membeli perusahaan Ferrari yang kala itu bergelar “Il Commendatore.”

Sayangnya, Enzo menolak. “Ada sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang” tegas Enzo saat itu.

Menemukan Solusi

Ditolak Enzo, Ford pun kemudian makin mematangkan ambisinya untuk menuntaskan dendamnya kepada Enzo dan memuluskan ambisinya.

Tentunya ia butuh sesuatu yang lebih dari apa yang sudah dikerjakan timnya selama ini. Bukan sekadar asal bikin mobil tapi kemudian mobilnya jadi pecundang.

Ia butuh sebuah produk Masterpiece.

Hingga akhirnya visi ini ia sampaikan ke sang peracik mesin kenamaan, Carroll Shelby.

Caroll Shelby sudah dikenal sebagai salah satu perancang dalam dunia mobil. Sama seperti Ford, Shelby juga memiliki rencana untuk menjadi mekanik terbaik dan pemenang.

Baca juga

Kemudian keduanya merekrut pebalap Inggris, Ken Miles. Meski tengil dan arogan, Miles punya kemampuan yang berpotensi untuk bisa mengalahkan pebalap jagoan Enzo.

Ketiganya bahu-membahu menyiapkan satu mimpi, yakni mempecundangi dan menghajar Ferrari di ajang balapan 24 jam LeMans. (man)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *