Mobil, Motor, Tips

Kiat Merawat Busi Kendaraan di Musim Hujan

Kawan Parjo, busi merupakan komponen yang berfungsi memberikan percikan api pembakaran pada kendaraan.

Nah, ketika musim hujan datang tentunya di jalanan banyak terdapat genangan air yang dapat memercik elemen yang lumayan vital tersebut.

Karenanya sebagai pemilik kendaraan, terutama motor, kita wajib memerhatikan peranti yang satu ini kawan.

Pendek kata, harus ada perawatan ekstra pada busi yang sangat rentan jika terkena air.

Baca juga

Lindungi dari Air

Musim hujan tentu mebuat jalanan becek dan banyak genangan air. Untuk motor, tentunya busi sangat mungkin sekali untuk lebih terpercik air ketimbang musim biasanya.

Salah satu untuk tetap menjaga performa busi dari percikan air adalah dengan menggunakan sealant atau isolasi guna mencegah air masuk dan membasahi bagian kepala dari busi.

Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah sebisa mungkin berjalan menghindari genangan air.

Jika pun Kawan Parjo harus terpaksa menerobos hujan deras, ada baiknya sesudah itu langsung memeriksa kondisi busi dan membersihkannya.

Cara Membersihkan Busi

Jika memang sudah benar-benar kotor, busi dapat dibersihkan dengan menggosoknya secara perlahan. Tak disarankan untuk menggunakan sikat kawat, karena dapat mengikis katoda busi.

Disarankan untuk memberisikan busi bisa dilakukan dengan cairan bensin. Tapi jangan lupa mengeringkannya kawan.

Gunakan Bahan Bakar yang Sesuai

Hal lain yang dapat empercepat rusaknya busi selain percikan air adalah bahan bakar yang tidak sesuai dengan mesin. Hal itu dapat membuat busi jadi cepat kotor.

Selain itu, busi juga dapat menjadi cepat berkerak hingga mengganggu proses pembakaran.

Seperti Kawan Parjo ketahui, umumnya pabrikan mobil atau motor menyarankan untuk menggunakan bahan bakar tertentu untuk kendaraan yang dibuatnya.

Nah, lakukan pengisian bahan bakar sesuai dengan oktan yang disarankan pabrik.

Baca juga

Perhatikan Umur Busi

Sebenarnya busi memiliki usia pakai tertentu. Untuk motor, masa pakainya adalah sekitar 5.000 kilometer. Sedangkan untuk mobil 10.000 kilometer.

Tapi jika mobil atau motor kawan parjo sering menemui medan berat, ada baiknya pergantian bisa dipercepat dari masa pakai tersebut. (man)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *