Liputan Khusus, Mobil

Restorasi Ala Bekasi – Modifikasi Ala Rempoa

Toyota Land Cruiser BJ40 ini lebih dikenal dengan sebutan Hardtop di Indonesia, walaupun itu versi soft top sekalipun! Sebutan lainnya lebih unik lagi, mobil penculik! Hahaha…

Meski begitu, Hardtop ini banyak penggemarnya lho! Salah satu penggemar fanatiknya adalah Surya Aifan, pemilik Hardtop merah yang fotonya lagi Anda pelototi sekarang ini.

Mengaku awalnya Hardtop ini bahan ‘busuk’, namun Surya tetap bertekad untuk merestorasi jip legendaris yang penuh kenangan ini. “Kepalang basah, nyelem sekalian deh! Hehehe,” kekehnya.

Saking ‘bahannya’ nyaris gak ada yang bisa diselamatkan dari bodi aslinya. “Makanya saya minta Wishnu, adik saya, untuk mulai merestorasi Hardtop ini,” ucapnya. “Proyek ini dimulai sekitar tiga tahun lalu, dan sampai sekarang masih terus berlanjut…hahaha,” ujar Wishnu tergelak.

Untunglah Wishnu kenal dengan Dicky dari Arland Garage di Jaka Mulya, Bekasi, dan Wayan dari WBar Custom di Rempoa, Ciputat, untuk merestorasi BJ40 ini.

“Gue pengin jadinya seperti hasil kerjaan FJ Company di Amerika, enggak perlu full orisinal tapi juga ada unsur modifikasinya supaya lebih keren,” bilang Wishnu.

Untuk tampilan orisinal dihandle oleh Dicky, sementara modifikasinya dilakukan oleh Wayan dari WBar Custom di Rempoa, Ciputat. Pas!

“Karena bodi aslinya gak ada yang bisa diselamatin, jadi kita beli bekas yang masih bagus digabung dengan prakarya dari Dicky,” ujar Wishnu. Bodypart yang diganti antara lain ‘bak mandi’, semua pintu, fender, dan lainnya.

Setelah beres, barulah cat granada red disiramkan ke sekujur bodi BJ40 ini luar dalam. “Ngecat Hardtop harus luar dalam…jadi lumayan banyak ngabisin cat dan pernis juga supaya maksimal,” tukas Wishnu. Sementara atap dan grill depan dicat ulang warna putih, dan bumper depan dicat silver seperti bawaannya.

Untuk modifikasi awal, kaca pintu depan yang aslinya ada kaca segitiga yang terpisah diganti dengan kaca model one piece. Kaca model ini sejatinya adalah untuk TLC versi Australia, “Sekalian ganti spionnya yang ori Murakami versi Australia juga,” bilang Wishnu.
Selain itu, agar tampilannya jadi lebih modern maka headlamp aslinya diganti dengan headlamp lansiran JW Speaker.

Lalu mesin diesel aslinya yang berkode 3B dianggap sudah layak, maka opsi engine swap pun jadi jawaban paling ampuh.

“Mesin 1HDT paling pas, karena perawatannya termasuk mudah dan partnya banyak,” ucap Surya. Mesin diesel legendaris ini pun dibongkar total agar tidak ada masalah di kemudian hari.

Bahkan 1 unit turbocharger baru pun sudah disiapkan untuk menggantikan turbocharger bawaannya. Nyetir Hardtop ini pun makin enak setelah transmisi diganti dengan transmisi 5 speed dari BJ60.

Untuk gardan, Wishnu sempat bingung karena untuk menghandle tenaga mesin yang besar dibutuhkan gardan yang kuat pula. “Saya pengin ganti gardan yang sudah ada LSD, floating, dan sumbu pendek,” jelas Wishnu. Akhirnya didapat gardan milik BJ60 versi military yang speknya sesuai.

Beres di Dicky, Hardtop pun dibawa ke WBar Custom. “Gue kebagian modif velg dan suspensinya, pas banget habis pesan pelek langka ini, dicobain ternyata keren…hahaha,” gelak Wayan. Velg Fondmetal Evo Corse Dakkar ukuran 17 inci ini memang belum ada yang pasang di Hardtop nih!

Untuk bannya pakai ban BF Goodrich ukuran 285/70R17 yang bikin Hardtop Surya makin gagah dan keren. Untuk suspensinya, seluruh per diganti dengan produk Old Man Emu dan sokbrekernya pakai lansiran Kings. Stabil dan mantap!

Untuk jok depan model 2-1 sudah diganti dengan jok Recaro LS yang sudah diretrim bahan kulit hitam. Sementara doortrim dan dasbor orisinalnya diganti baru sampai ke plafonnya.

Di belakang, jok BJ44 pun sudah terpasang. “Ini jok orisinal BJ44, langka lho!” seru Wishnu. Nah, untuk setir pakai punya Toyota AE86. Untung sudah pakai power steering, jadi enteng!

(SS)

Related Posts

Tinggalkan Balasan