Liputan Khusus, Mobil

Restorasi Ala Negeri Kangguru

Sudah beberapa tahun belakangan ini, restorasi mobil yang kerap disebut Toyota Hardtop ini semakin ramai. Dan kebanyakan memang akhirnya memilih restorasi kembali ke gaya OEM seperti waktu kelaur dari pabrik perakitan.

Auliansyah Lubis, pemilik Toyota Land Cruiser FJ40 ini juga kepincut gaya OEM ini. Apalagi ia mengaku sejak kecil ia memiliki cita-cita pengin punya Hardtop ini kelak. Dan sekarang, akhirnya keinginannya itu pun sudah tercapai.

Dengan bantuan Opik dari bengkel Lm&T di kawasan Kemandoran, Jakarta Barat, ia membangun satu unit Hardtop dari kondisi bahan dan tentu saja memerlukan banyak perbaikan.

Opik pun harus ekstra teliti mengerjakan urusan bodi Hardtop ini, “Semuanya harus seperti aslinya, titik-titik di body itu jangan sampai hilang,” ucap Opik.


Setelah selesai dengan pengelasan, Opik pun meramu cat khusus atas permintaan Aulia. “Pengin warna yang beda, coklat tapi bukan yang biasa kaya yang ada disini,” bilang Aulia. Warnanya mirip seperti olive green yang dilaburkan ke FJ43 di FJ Company di Amerika.

Kalau bodi sudah mulus dan bebas karat, maka sekarang giliran peremajaan bagian karet-karet bodi. Hardtop memang harus pakai karet orisinal, “Kalau gak orisinal sama aja gak ganti, pintu bisa gak rapet nutupnya…terus ada aja bunyi-bunyinya. Jadi ya harus orisinal,” bilang Aulia.

Baca Juga :

Ia dan Opik pun harus berpindah ke beberapa toko onderdil Toyota di berbagai tempat untuk melengkapi seluruh karet-karet yang ada di mobil ini. “Contohnya aja, di pintu depan itu setidaknya ada 5 karet yang harus diganti, itu belum termasuk karet kaca ya,” jelas Opik.

Sesuai harapan Aulia, terbukti ketika seluruh karet diganti baru orisinal, tidak terdengar bunyi-bunyian dari pintu atau bodi belakang dan lainnya. Senyap dan rapat!

Karena Aulia berpedoman pada Hardtop versi Australia, maka ia harus repot mencari beberapa part pendukung. “Hardtop versi Australia itu antara lain bedanya dengan yang di Indonesia adalah beda di kaca depan dan spionnya, kaca depan model one piece dan kaca spionnya modelnya lebih cembung buatan Murakami,” jelas Aulia.

Selain itu, Aulia juga mengganti velgnya dengan velg OEM Hardtop versi Australia yang menggunakan ukuran 16 inci. “Saya pasang dop OEM TLC ditengahnya,” bilangnya. Lalu bannya pakai BF Goodrich AT KO2 supaya makin ganteng!

Suspensi juga di rebuilt agar lebih nyaman kalau Aulia menyetir mobil ini. “Seluruh per yang di roll ulang dan ganti karet-karetnya, dan sokbreker ganti pakai Bilstein,” tukas Opik.

Mesin bensin asli Hardtop memang halus suaranya, tapi ini kok lebih halus lagi ya? “Mesin saya ganti dengan 3F versi Australia, saya ganti berikut transmisi 5 speed jadi makin enak tenaganya,” jelas Aulia.

Mesin 3F ini memang tenaganya lebih terasa dibandingkan mesin 2F, ini memang diperlukan di Australia yang kontur jalannya lebih banyak berbukit-bukit.

Masuk ke kabinnya, jok depan diganti dengan kepunyaan sedan yang dibelinya dari limbahan jok eks Singapura. Lalu seluruh jok dilapis ulang dengan lulit berwarna hitam agar lebih nyaman sampai ke lingkar setir juga dilapis. Sementara doortrim dan dasbor diganti baru orisinalnya.

(SS)

Related Posts

Tinggalkan Balasan